Rabu, 27 Agustus 2014

Communication and Problem Solving #SIAS

Communication and Problem Solving
Li-Ming Liang/ Carter
8 Juli 2014

Communication is common, through facial expression and screaming, noises, cave painting, speakable language, symbols, and characters. The components of communication is senders -  message – receiver (channel, noise, context).
Way of communication
a.       Visual (55%)
Eye contact, posture/ body language, gesture, facial expression
b.      Vocal (38%)
Variety, quality, rate, volume, pauses
c.       Verbal (7%)
Written
Some obstacles in communication

Cultural Diversity#SIAS

Cultural Diversity
Li Ming Liang/ Carter
9 Juli 2014

Culture introduction of China
There are many tradition or customs in China for way of deliver the message for one to another. Taking our gust to come to the dinner is one of the way of communication in China, example for business purpose or friend party.
Now we will talk about the differences of west and east lifestyle.

Leadership #SIAS

Leadership
8 Juli 2014
 Steven Sunmer
California, USA

People who will give a leadreship power for you although we do not want. Leadership is not management. Management is direct the people (manager), number management, complexity, and order & consistency. Leadership is people gathering, changing, start doing something together, motivate others, and move the people.
Three examples of leadership style
1.      Charismatic
a.       Good in inspiring people because his vision, capability
b.      Using personal power
c.       People give you power
d.      Good looking
e.       Well talking/ speaking

WHO AM I #SIAS SUMMER CAMP

WHO AM I
Cathy Adams
9 Juli 2014

Here the question that you have to answer.
1.      Who do my parents say I am?
2.      What kind of leader will you be?
3.      Looking glass self
4.      What has my social context been?

Selasa, 11 Februari 2014

Presiden INDEPENDEN


Setelah merenung dan berdiam saja di bawah atap selebar sat kali dua meter dan di bawah lampu neon yang dipenuhi semut hitam kecil, saya ingin mengatakan bahwa saya benar untuk hari ini. Saya kembali menulis dan menghitung untuk orang lain. Saya yakin benar untuk hari ini dan berharap besok lebih berarti lagi. Saya kembali berpikir ulang untuk menulis kembali judul saya terkait pemilu bulan lalu (lebih tepatnya tentang keraguan saya akan pemilihan presiden tanpa menunggu pemilu legislatif). Saya kembali merenungkan setelah mendengar kalimat dan janji Pak Habibie, mantan presiden ketiga Republik Indonesia tercinta.

Beliau setuju dengan presiden independen. Saya kaget kok bisa? Setelah yang saya katakan di post sebelumnya bahwa saya takut terjadinya ketimpangan ketika presidensial tidak didukung oleh parlementer atau legislatif karena semua kebijakan pemerintah itu harus didukung parlemen jika ingin digolkan menjadi peraturan. Tentu ketika DPR tidak menyetujui beberapa rancangan kebijakan presiden, kebijakan tidak dapat diaplikasikan kepada rakyat. Itulah fungsi legislatif. Hal ini dilakukan agar kekuasaan presidensial tidak terlalu dominan dan mengalahkan legislatif yang dianggap sebagai perwakilan rakyat di pemerintahan. Sering terjadi ketidaksinkronan antara parlemen dan presiden. Namun saya kembali melihat hal lain.

Aku yang Kurang Beruntung Mungkin


Di senja sore ini, mungkin ini hal yang membingungkan dalam hidupku karena saya selalu bingung. Kadang merasa pilihan kita sudah mantap padahal kalau dipikir ulang kita tidak ada apa-apanya. Ya, lihat saja teman yang lain dapat pengalaman baru bekerja di tempat lain. Sedangkan saya? Ya, saya hanya berdiam diri di sini dengan menatap laptop di mata. Kadang benar atau salah adalah ketika kita membandingkan dengan orang lain.  Saya merasa sangat tidak produktif karena tidak mengaplikasikan ilmu yang pernah diberikan sewaktu diploma dan hanya menambah ilmu yang baru tanpa mempraktikkan ilmu yang diberikan. Praktik dan teori kadang berbeda jauh isinya tetapi tetap saja saya memilih hal yang lain. Hal lain karena saya merasa tidak diterima di tempat saya terlebih dahulu atau saya merasa hanya seolah-olah tidak diterima. Bagaimana tidak, ketika berada di sana serasa di penjara. Ketika keluar saya merasa saya tidak ada apa-apanya. Saya hanya sebongkah kayu basah tidak dapat digunakan untuk menghangatkan orang di sekitarnya. Itulah saya saat ini. Bisnis pun saya ragu, lalu apa yang akan saya lakukan? Memang jiwa tidak di sana (menurut saya). Sedangkan saya masih ingin belajar. Lalu bagaimana akhirnya? Saya menjadi bahan cercaan di mana-mana. Saya bingung menjawab apa. Saya dianggap menjadi anak yang tidak tahu berterimakasih pada orang tua, guru, dosen, dan teman-teman. Saya sungguh ingin mengaplikasikan ilmu saya sewaktu di diploma sembari saya belajar yang lain. Sesungguhnya saya merasa bodoh ketika saya hanya berdiam diri saja.

Selasa, 24 Desember 2013

Maqashid Syari'ah



Maqashid syari’ah, artinya tujuan syara’, bahasa: tujuan agama, tujuan aturan, tujuan jalan.
Maqashid berasal dari maqshad berarti tujuan, maksud. Kata syari ah berarti al-sin wa al-millah: agama; al-minhaj wa al-thariqah: sistem atau cara.
Terminologi:
Imam Asy-Syathibi: Sesungguhnya syariat itu diciptakan bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat, atau hukum-hukum itu disyariatkan untuk kemashlahatan manusia. Kemashlahatan adalah hal yang bermanfat dan menghindari kerugian-kerugian.
Ada aturan Tuhan yang diabaikan oleh manusia, apa yang dibalik tujuan agama itu diabaikan.
Alghazali: Goal of syariah mendatangkan manfaat terhadap hamba Allah dan menolak bahaya dari mereka. Maqashid adalah tujuan agama. Pada suatu hari di zaman nabi, ada pencurian massal. Umar bin Khattab nanya dulu mengapa mereka mencuri. Ternyata mereka mencuri karena adanya paceklik. Kalau tetap dihukum potong tangan, mereka akan tetap lapar dan mencuri lagi lalu akhirnya ditangkap dan menjadi beban negara di lapas. Beban negara yang seharusnya dapa meningkatkan pendidikan atau kesejahteraan rakyat.

Apa yang ada di balik dalam agama, apakah Tuhan memiliki kepentingan? Tuhan itu sempurna maka itu tidak perlu aturan itu. Lalu apakah aturan itu untuk aturan itu? Itu akan sia-sia tentunya. Lalu untuk siapa aturan itu, ternyata agama/ aturan/ jalan itu untuk mengatur manusia. Supaya manusia memahami aturan yang dibuat oleh Tuhan. Misal, mengapa kambing boleh disembelih, ada aturannya ketika manusia lewat, pohon tidak akan runtuh air tidak akan bergejolak. Apakah hewan diatur sedemikian rupa untuk kebahagiaan hewan? Tidak. Hewan tidak sampai akhirat, semuanya sempurna di dunia saja. Lalu untuk siapa? Ya, untuk manusia, kebahagiaan manusia.

Klasifikasi kebutuhan manusia
Dharuriyat
Kebutuhan pokok, mashlahat di mana kehidupan manusia dan eksistensi masyarakat serta stabilitasnya tergantung kepadanya sehingga akan jika tidak ada maka sistem kehidupan akan rusak.
Intinya sesuatu yang penting sehingga manusia tetap hidup, bagaimana caranya manusia tetap hidup, yaitu salah satunya makan daging elang yang haram supaya tidak mati, hal ini bukan boleh atau dihalalkan tetapi dimaafkan.  
Ada lima pokok yang harus dijagas sehingga manusia bisa hidup:
1.      Hifd Al-Din
Menjaga agama, kalau agama tidak ada, maka hukum rimba diberlakukan, bagaimana manusia bertahan hidup. Agama itu berisi moral dan etika. Tidak boleh ada mendustakan agama, ex murtad.
2.      Hifd Al-Nafs
Menjaga jiwa, makan nasi.
3.      Hifd Al-‘Aql
Menjaga akal, dari kecil sudah disuruh berpikir. Akal ini menentukan peradaban manusia.
4.      Hifd Al-Nasl
Menjaga keturunan (harga diri)
5.      Hifd Al-Maal
Menjaga harta benda

Hajiyat
Perkara yang diperlukan manusia untuk menghilangkan kesukaran (kesulitan) dari mereka. Jika tiada, maka sistem kehidupan tidak rusak namun manusia akan mendapatkan kesulitan. Misal, kita makan singkong terus karena lapar, akhirnya bisa tetap hidup. Tetapi apakah terus makan singkong kita akan bertahan? Tidak, kita tetap ingin makan nasi. Akhirnya di sini muncul, keluar dari biasanya, akhirnya mendapat pengecualian. Misal, saat sakit (koma) tidak mampu untuk salat. Untuk terhindar dari kesulitan ada pengecualian. Ibu hamil tidak puasa, ya diganti puasa, tidak kuat puasa bayar fidyah, tidak kuat bayar ya sudah. Agama itu tidak menyulitkan.

Tahsiniyat
Kenyamanan, adalah hal yang membuat keadaan berjalan sesuai kehendak moralitas (etika0> jika hal itu tidak ada, maka sistem kehidupan tidak rusak dan manusia tidak akan mendapatkan kesulitan.